Daun Seribu – Achillea millefolium L.

1 Tanaman daun seribuGambar 1. Tanaman Daun Seribu

2a Pertulangan daun seribu2b Ujung daun seribuGambar 2a. Pertulangan daun dan b. Ujung daun

3 Ilustrasi tanaman daun seribuGambar 3. Ilustrasi tanaman daun seribu.
Keterangan : perawakan (A); daun majemuk (B); bunga majemuk(C); daun mahkota (D); kuncup bunga (E); irisan membujur bunga majemuk (F); benang sari (G); kepala putik (H); putik (I); irisan membujur putik (J)

Klasifikasi

Kerajaan        : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Bangsa            : Asterales
Suku                : Asteraceae
Marga              : Achillea
Jenis                : Achillea millefolium L.

Sinonim           : Achillea albida Willd., Achillea alpicola (Rydb.) Rydb., Achillea ambigua Boiss., Achillea anethifolia Fisch. ex Herder, Achillea angustissima Rydb., Achillea arenicola A.Heller, Achillea bicolor Wender., Achillea borealis Bong., Achillea californica Pollard, Achillea ceretanica Sennen, Achillea compacta Lam., Achillea coronopifolia Willd., Achillea crassifolia Colla, Achillea cristata Hort. ex DC., Achillea cuspidata Wall., Achillea dentifera Rchb., Achillea eradiata Piper, Achillea fusca Rydb., Achillea gigantea Pollard, Achillea gracilis Raf., Achillea haenkeana Tausch, Achillea intermedia Schleich., Achillea lanata Lam., Achillea lanulosa Nutt., Achillea lanulosa subsp. alpicola (Rydb.) D.D.Keck, Achillea laxiflora A.Nelson, Achillea laxiflora Pollard & Cockerell, Achillea magna All., Achillea magna L., Achillea magna Haenke, Achillea marginata Turcz. ex Ledeb., Achillea megacephala Raup, Achillea nabelekii Heimerl, Achillea occidentalis (DC.) Raf. ex Rydb., Achillea ochroleuca Eichw., Achillea ossica K.Koch, Achillea pacifica Rydb., Achillea palmeri Rydb., Achillea pecten-veneris Pollard, Achillea pratensis Saukel & R.Länger, Achillea pseudo-tanacetifolia Wierzb. ex Rchb., Achillea puberula Rydb., Achillea pumila Schur, Achillea rosea Desf., Achillea setacea Schwein., Achillea sordida (W.D.J.Koch) Dalla Torre & Sarnth., Achillea subalpina Greene, Achillea subhirsuta Gilib., Achillea submillefolium Klokov & Krytzka, Achillea sylvatica Becker, Achillea tanacetifolia Mill., Achillea tenuifolia Salisb., Achillea tenuis Schur, Achillea tomentosa Pursh, Achillea virgata Hort. ex DC., Achillios millefoliatus St.-Lag., Alitubus millefolium (L.) Dulac, Alitubus tomentosus Dulac, Chamaemelum millefolium (L.) E.H.L.Krause, Chamaemelum tanacetifolium (All.) E.H.L.Krause, Chamaemelum tomentosum (L.) E.H.L.Krause.
(Sumber : NCBI Taxonomy Homepage 1, IPNI 2, PFAF 3, www.plantlist.org 12)

Nama Umum/Dagang : Daun Seribu.

Nama Lokal dan Internasional

  • Indonesia : daun seribu,
  • Jawa : godhong sewu,
  • Internasional : yarrow, devil’s neetle.

Distribusi: Daun seribu berasal dari Eropa dan Asia yang beriklim sedang.

Habitat
Daun seribu tumbuh dengan baik pada ketinggian 900-1.500 m dpl. pada tempat yang terbuka, terpapar matahari penuh, tetapi pertumbuhannya kurang optimal jika berada di padang rumput atau hutan terbuka.

Deskripsi
Daun seribu merupakan herba dengan tinggi ± 45 cm. Akar tunggang berwarna cokelat muda. Batangnya tidak berkayu, bentuk bulat, berbuku-buku, warna hijau. Sifat batang seperti rumput, tumbuh tegak,  permukaan berbulu.

Daun majemuk menyirip ganda, duduk daun memeluk batang, roset akar, bentuk daun seperti daun tumbuhan paku, bercangap, panjang 2-35 cm, lebar 1-4 cm, ujung runcing sampai membulat, pangkal menyempit. Anak daun berwarna hijau tua pada permukaan atas dan sedikit berbulu.

Bunga majemuk, berbentuk malai rata, terletak di ujung batang (terminal), dengan diameter ± 1 ½ cm, terdiri atas 15-40 bunga. Bunga tunggal berbentuk tabung, mempunyai 5 daun mahkota yang berwarna putih, kelopak berjumlah 5 yang berwarna kehijauan, putik menjulang ke luar, stamen berjumlah banyak, aktinomorf, bunga banci, bakal buah terletak di bawah dasar bunga (inferus). Buah kurung (achene), bentuk pipih, warna cokelat kehitaman.

Bagian yang Digunakan untuk Obat
Seluruh bagian tumbuhan .

Nama Simplisia
Herba Millefolii5

Kandungan Senyawa Kimia
Daun seribu mengandung 0,2-1,0% minyak esensial yang terdiri atas chamazulene maksimal (6-40%), camphor (20%), β-pinene (23%) dan 1-8 cineol (sampai 10%). Daun seribu yang diploid maupun tetraploid mengandung proazulene seskuiterpen, apabila terkena panas akan berubah warna menjadi azulenes, termasuk chamazulene (hingga 25%) dan achillicin. Komponen utama lainnya pada tumbuhan tetraploid meliputi β-pinene (23%), α-pinene (5%) dan caryophyllene (10-22%). Komponen tumbuhan heksaploid adalah azulene sesquiterpene bebas yang mengandung sekitar 50% mono-dan seskuiterpen, banyak dalam bentuk teroksidasi, kamper (18%), sabinene (12%), 1,8-cineol (10%) dan β-pinene (9%). Tumbuhan oktaploid mengandung sekitar 80% oksigen yang mengandung monoterpen, dengan linalool sebagai unsur utama. Selain minyak, daun seribu juga mengandung flavonoid, kumarin dan tanin. 5,6

 4 Struktur kimia senyawa yang terkandung pada daun seribuGambar 4. Struktur kimia senyawa yang terkandung pada daun seribu5

Bentuk Sediaan
Simplisia, ekstraksi, ekstrak cairan, infus, dan tincture. 5

Penggunaan untuk Obat

Penggunaan yang Didukung Data Klinik
Belum ada data yang mendukung. 5

Penggunaan secara Tradisional
Daun seribu digunakan secara oral sebagai emmenagogue, pencuci mata, hemostat, pencahar, obat tidur, stimulan tonik, mengobati kebotakan, prostatitis dan vertigo. Selain itu secara eksternal, daun seribu digunakan untuk mengobati wasir, hematoma dan luka bakar. 5

Aspek Farmakologi
Simplisia ini memiliki efek cholagogue (merangsang aliran empedu) karena mengandung guaianolide dan germacranolide. Isi flavonoid memberikan efek spasmolitik, sedangkan fraksi proazulene memiliki efek antiedema dan antiinflamasi. Efeknya merupakan hasil dari interaksi berbagai obligasi terstruktur dengan chamazulene dan flavonoid. Tumbuhan ini memiliki efek yang serupa dengan yang diamati dalam bunga Chamomile karena beberapa komponen kedua tumbuhan tersebut adalah identik. 7

Aktivitas Antibakteri
Ekstrak etanol 50% dari bunga daun seribu dapat menghambat petumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Ekstrak metanol dari seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah terbukti dapat menghambat pertumbuhan 18 strain bakteri Helicobacter pylori secara in vitro. 8

Aktivitas Antikonvulsan
Ekstrak etanol 95% dari seluruh bagian tumbuhan di atas tanah telah dicobakan  pada mencit secara injeksi intraperitonial dengan dosis 2,0-4,0 ml/kg BB. Hasilnya menunjukkan adanya aktivitas antikonvulsan pada mencit yang diinduksi dengan corazol dan elektroshock, tetapi tidak efektif terhadap konvulsi yang disebabkan karena induksi strikhnin. 5

Aktivitas Antiinflamasi
Pada percobaan menggunakan hewan coba mencit, pemberian secara injeksi intraperitonial dari fraksi air bunga tumbuhan ini pada dosis 40,0 mg/kg BB dapat menghambat edema pada mencit tersebut. Selain itu, pemberian secara intragastrik dari ekstrak etanol 80% dari seluruh bagian tumbuhan di atas tanah pada tikus dengan dosis 100 mg/kg BB dapat menghambat edema yang disebabkan karena induksi dari karagen sampai 29%. 9

Aktivitas Antipiretik (penurun panas)
Ekstrak air atau jus dari seluruh bagian tumbuhan di atas tanah yang diberikan secara oral pada hewan coba kelinci dengan dosis 25 dan 55 g/kg BB ternyata menunjukkan aktivitas dapat menurunkan suhu tubuh kelinci, sementara ekstrak etanol 95% tidak aktif. 10

Aktivitas antispasme
Hasil penelitian terhadap ekstrak air atau ekstrak metanol dari seluruh bagian tumbuhan di atas tanah ternyata menunjukkan adanya penghambatan terhadap kontraksi usus halus kelinci secara in vitro. 11

Toksisitas
Pemberian intraperitoneal ekstrak air dari bagian aerenkim daun seribu pada tikus memiliki dosis letal sebesar 1,5 g/kg BB. Pemberian secara Intragastric atau subkutan ekstrak air dari bunga daun seribu pada tikus memiliki dosis lethal > 1g/kg BB. 5

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki hipersensitif terhadap tumbuhan Asteraceae (Compositae), ulkus lambung dan duodenum, oklusi saluran empedu dan penyakit kandung empedu. Pada penggunaan tradisional daun seribu sebagai emmenagogue sehingga memiliki kontraindikasi selama kehamilan. 5

Peringatan
Pasien dengan hipersensitivitas atau reaksi alergi yang meliputi pembentukan vesikel harus menghentikan pengobatan dengan Herba Millefolii segera. Jika tanda-tanda reaksi hipersensitivitas muncul kembali setelah selang penggunaan, simplisia tidak boleh digunakan lagi. 5

Perhatian
Umum
Tincture dari Herba Millefolii dilaporkan tidak menyebabkan mutagenik. 5

Interaksi Obat
Tanin yang terkandung dalam daun seribu membentuk kompleks dengan besi apabila diberikan bersamaan, sehingga kompleks tidak dapat diabsorbsi dan dapat mengakibatkan gejala sequelae yang merugikan pada darah. 11

Penggunaan pada Ibu Hamil
Daun seribu memiliki kontraindikasi selama kehamilan karena penggunaannya secara tradisional sebagai emmenagogue. 5

Penggunaan pada Ibu Menyusui
Obat herbal daun seribu tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui karena kurangnya data keamanan 5 dan daun seribu mengandung neurotoxin thujone. 7

Penggunaan pada Anak-anak
Obat herbal daun seribu tidak boleh digunakan pada anak-anak di bawah usia 12 tahun karena kurangnya data keamanan,. 5

Efek Samping
Herba Millefolii mengakibatkan efek samping alergi dermatitis. Kontak langsung dari simplisia herbal menyebabkan reaksi hipersensitivitas pada mukosa, seperti terjadinya pembentukan vesikel dan pruritus pada individu yang sensitif. 5

Pemakaian

  • Internal: 4,5 g herba (pucuk bunga) per hari atau 3,0 gr bunga untuk teh (infus) dan preparat kedokteran lainnya, cairan yang baru saja dipanen yang berasal dari simplisia yang ditekan.
  • Infus: 1-2 g dalam 150 ml air mendidih selama 10-15 menit, tiga kali sehari pada saat makan.
  • Succus (cairan dari herba segar yang diberi tekanan): 5 ml (1 sendok teh), tiga kali sehari bersama makan.
  • Cairan ekstrak 1:01 (g/ml): 1-2 ml, tiga kali sehari bersama makan.
  • Tincture (1:5 g/ml): 5 ml, tiga kali sehari bersama makan.
  • Eksternal: sitz bath: 100 gr per 20 liter air hangat atau panas. 5

Budidaya
Daun seribu dapat ditanam pada berbagai jenis dan kondisi tanah. Jenis tanah yang direkomendasikan untuk budidaya daun seribu adalah tanah yang berdrainase baik dan terbuka (terpapar sinar matahari). Tumbuhan ini dapat hidup lebih lama pada tanah yang miskin unsur hara.

Pustaka

  1. Anonim, 2013. NCBI Taxonomy Homepage : Achillea millefolium http://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browser/wwwtax.cgi?mode=Info&id=13329&lvl=3&lin=f&keep=1&srchmode=1&unlock (Diakses pada 7 Maret 2013 pkl. 14.59 WIB)
  2. Anonim, 2013. The International Plant Name Index : Achillea millefolium http://www.ipni.org (Diakses pada 7 Maret 2013 pkl. 15.02 WIB)
  3. Anonim, 2013. Plants For A Future : Achillea millefolium http://www.pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Achillea+millefolium (Diakses pada 7 Maret 2013 pkl. 14.49 WIB)
  4. Syamsuhidayat SS, Hutapea JR. Inventaris Tanaman Obat Indonesia Jilid I. Jakarta: Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2000.
  5. Anonim. WHO Monograph on Selected Medicinal Plant, 4. Geneva: WHO. 2005. p. 179-191.
  6. Kraft K, Hoobs C. Pocket Guide to Herbal Medicine. Stuttgart: George Thieme Verlag.
  7. Anonim, 2013. Achillea millefolium http://resources.purematters.com/herbs-supplements/y/yarrow#indicationsusage (Diakses pada 23 September 2013 pkl. 18.43 WIB).
  8. Mahady GB, Pendland SL, Stoia A, Hamill FA, Fabricant D, Dietz BM, Chadwick In vitro susceptibility of Helicobacter pylori to botanical extracts used traditionally for the treatment of gastrointestinal disorders. Phyotherapy Research, 2005; 19: 988-991.
  9. Mascolo N, Autore G, Copasso F, Menghini A, Fasulo MP. Biological screening of Italian Medicinal plants for anti-inflamatory activity. Phytotherapy Research, 1987; 1: 28-31.
  10. Nikonorow M. Investigation of the antipyretic action of native medicinal plants. Acta Poloniae Pharmaceutica, 1939; 3: 23-56.
  11. Hoerhammer L. Flavone concentration of medicinal plants with regard to their spasmolytic action. Congress Scientifica Farmacia, Conference Communications, 1962; 21: 578-588.
  12. Anonim, 2014. The International Plant Name Index: Achillea millefolium L. http://www.plantlist.org/ (Diakses pada 8 Mei 2014 pkl. 09.43 WIB)