Kalembak – Rheum officinale Baill.

 

Picture1Deskripsi          : Herba, tahunan, tinggi rata-rata 25-80 cm. Batang berukuran pendek, lunak dan berair, terdapat di dalam tanah, dan berwarna coklat. Daun tunggal, roset akar, bangun daun bulat telur, dan berwarna hijau. Bunga majemuk tak terbatas, bersimetri banyak, berkelamin dua atau berkelamin satu, bergabung menjadi malai yang bercabang. Buah sejati tunggal kering, tipe buah padi, dengan ciri-ciri bersayap tiga, berbentuk bulat telur, dan berwarna merah, merah-coklat, sampai coklat. Biji bertipe sejati tunggal, tidak pecah, dan kadang-kadang buahnya tertutup oleh tenda, dengan tekstur yang lunak, berbentuk bulat dan berwarna coklat muda. Akar tunggang, bercabang tekstur lunak, berbentuk bulat, berwarna kuning muda atau coklat muda, dan memiliki rhizome.

Rhizoma dan akar : pencahar

Kegunaan  :

  • Untuk mengatasi hipertensi, peningkatan vasodilatasi peripheral dan menghambat pembekuan darah

Pemakaian : Dosis Pemakaian rata-rata 0,5 – 1,5 g simplisia, biasanya dalam bentuk dekok.Sediaan yang terstandard yang mengandung derivat hidroantrasen sebesar 10-30 mg biasanya diberikan sebelum tidur[6]. Bentuk infusa sebagai pencahar 1-2 gram serbuk maksimum 1-2 minggu. Pencahar yang mengandung glikosida antrakinon tidak boleh digunakan untuk waktu lama, biasanya 1-2 minggu, karena berbahaya terhadap keseimbangan elektrolit.

Perhatian :

  • Produk yang mengadung Rhizoma Rhei sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil karena mempunyai efek terhadap usus besar, dan belum didapat data yang mencukupi untuk mengetahui efek toksiknya.
  • Metabolit anthranoid terdeteksi pada air susu ibu. Jadi Rhizoma Rhei tidak boleh digunakan selama menyusui, karena belum didapat data yang mencukupi tentang akibatnya terhadap bayi.
  • Rhizoma Rhei tidak boleh digunakan pada anak usia dibawah 10 tahun.