Kapulaga – Amomum cardamomum Willd.

Kapulaga - Tanaman Obat Taman Husada

Kapulaga

Klasifikasi:

Kerajaan          : Plantae
Divisi                : Magnoliophyta
Kelas                : Liliopsida
Bangsa            : Zingiberales
Suku                : Zingiberaceae
Marga              : Amomum
Jenis                 : Amomum compactum Sol. ex Maton
Sinonim           : Alpinia striata Link, Amomum cardamomum Willd., Amomum kepulaga Sprague & Burkill, Zingiber compactum (Sol. ex Maton) Stokes (Sumber: NCBI Taxonomy Homepage 1, IPNI 2, www.plantlist.org 11)

Nama umum/dagang
Kapulaga.

Nama Lokal dan Internasional
Indonesia         : kapulaga,
Sumatera         : rounde cardamom (Aceh), kapulaga (Melayu), pelage puwar (Minangkabau),
Jawa                  : palago (Sunda), kapulogo (Jawa), kapulaga (Madura),
Bali                    : kapolagha
Sulawesi           : kapulaga (Makasar), gandimong (Bugis) 3
Internasional   : round cardamon, Java cardamom.

Distribusi
Kapulaga merupakan tumbuhan asli dan endemik di wilayah perbukitan di Jawa bagian barat. Kini, kapulaga telah banyak dibudidayakan dan mungkin telah tumbuh di berbagai tempat.4

Habitat
Kapulaga menyukai tempat dengan kelembaban yang tinggi, curah hujan 2.500-4.000 mm pertahun, suhu yang hangat dan stabil (23-28° C). Kapulaga juga menghendaki tempat yang setengah ternaungi, tanah-tanah yang berdrainase baik dan memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi.

Deskripsi
Kapulaga merupakan herba tahunan dengan tinggi sampai 2 m dan berbau aromatis. Akar berupa akar serabut, akar muncul di setiap ruas rimpang, berwarna putih kecokelatan. Batang bermetamorfosis menjadi rimpang, menjalar di bawah tanah, berbentuk bulat gilig, diameter 1-2 cm, warna putih kekuningan, tertutupi sisik-sisik tak berambut yang berwarna cokelat kemerahan, pada setiap ruasnya. Ujung rimpang muncul tunas yang tersembul ke atas tanah membentuk batang semu. Batang semu berbentuk bulat, diameter mencapai 2,5 cm, terbentuk karena pelepah daun.
Daun merupakan daun tidak lengkap, tidak mempunyai tangkai daun, daun tunggal, tersusun berseling, bentuk lanset, ujung runcing, pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, warna hijau, panjang 25-35 cm, lebar 10-12 cm.
Bunga majemuk, berbentuk tandan dan muncul di pangkal batang. Bunga banci dan memiliki perhiasan yang terdiri atas kelopak dan mahkota bunga. Daun kelopak  berjumlah 1, panjang 12½ mm dengan permukaan yang berambut hijau. Daun mahkota  berjumlah 3, bentuk tabung, panjang 12½ mm, warna putih atau putih kekuningan. Benang sari berukuran 1,25 cm, kepala sari yang berbentuk jorong dengan panjang 2 mm,  putik bertangkai dengan permukaan yang tidak berambut, permukaan kepala putik  berambut dan berbentuk mangkok, bakal buah terletak di bawah dasar bunga. Rumus bunga kapulaga adalah ♀ ↑ K1C3A1G1.
Buah kotak, berbentuk bulat, berlekuk, warna putih kecokelatan. Biji berwarna hitam.

Bagian yang Digunakan untuk Obat
Buah, rimpang dan seluruh bagian tumbuhan.

Kandungan Senyawa Kimia
Volatile oil dari biji kapulaga mengandung 1,5% α-pinena, 0,2% β-pinena, 2,8% sabinena, 1,6% myrsena, 0,2% α-phellandrene, 11,6% limonena, 36,3% 1,8-sineol, 0,7%.
γ-terpinena, 0,5% terpinolene, 3% linalool, 2,5% linalylacetate, 0,9% terpinen 4-ol, 2,6% α-terpineol, 31,3% α-terpinyl acetate, 0,3% citronellol, 0,5% nerd, 0,5% geraniol, 0,2% metil eugenol dan 2,7% trans-nerolidol . 11

Struktur kimia senyawa yang terkandung pada kapulaga - tanaman obat taman husada

Struktur kimia senyawa yang terkandung pada kapulaga 11

Penggunaan untuk Obat
Penggunaan yang didukung data klinis
Belum ada data yang mendukung

Penggunaan secara tradisional
Kapulaga digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, muntah-muntah dan malaria.6

Aspek Farmakologi
Aktivitas
Analgesik
Penelitian infus rimpang kapulaga terhadap efek analgesik pada mencit menunjukkan bahwa infus 10% dengan takaran 10 ml/kg BB telah memiliki efek analgesik. Semakin besar takarannya, maka semakin besar perpanjangan waktu reaksi.5
Pemberian intragastrik minyak esensial kapulaga pada tikus menurunkan angka geliat nyeri akibat pemberian secara intraperitoneal 1,4-benzokuinon.

Aktivitas Antiinflamasi
Pemberian intraperitoneal minyak esensial kapulaga pada tikus menurunkan edema kaki yang diinduksi oleh karagen.

Aktivitas Antispasmodik
Pemberian minyak esensial kapulaga pada kelinci menghambat spasme usus yang diinduksi oleh asetilkolin.

Aktivitas Antiulcer
Pemberian intragastrik ekstrak kering metanol atau air dari biji kapulaga pada tikus menurunkan sekresi asam lambung. Ekstrak metanol biji kering kapulaga pada konsentrasi 100 ug/ml dapat menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori.

Farmakologi klinis
Tidak ada aktivitas iritan dari 4% minyak esensial kapulaga dalam basis petrolatum. Dalam studi ini, pengamatan dilakukan selama 48 jam pada manusia dengan metode uji patch. Pada uji sensitisasi, tidak ada reaksi sensitisasi yang teramati setelah dilakukan uji dengan 4% minyak esensial kapulaga dalam basis petrolatum8

Toksisitas
LD50 dari pemberian minyak esensial kapulaga secara oral maupun topikal pada tikus tidak dapat ditentukan hingga dosis 5 g/kg . Pada mencit,  pemberian oral 3 atau 300 mg/kg sehari selama 7 hari, setelah dievaluasi secara mikroskopis memperlihatkan adanya gangguan morfologi pada jantung bersama dengan penghambatan gliseraldehid-3-phosphat dehidrogenase dan peningkatan asam tiobarbiturat-substansi reaktif, dehidrogenase suksinat dan aktivitas katalase 8

Kontraindikasi
Pada umumnya, kapulaga dianggap aman untuk dikonsumsi. Namun demikian, penggunaan kapulaga oleh pasien dengan kasus ulcer harus dihindari. 9

Peringatan
Kapulaga berpotensi dapat meningkatkan risiko perdarahan, sehingga perlu diperhatikan apabila hendak diberikan kepada pasien yang sedang mengkonsumsi obat-obatan yang meningkatkan risiko perdarahan.7

Perhatian
Umum
Penggunaan kapulaga pada individu yang diketahui memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap kapulaga perlu dihindari. Dermatitis kontak kronis dapat terjadi setelah adanya pemaparan berulang dari kapulaga.7

Interaksi obat
Kapulaga dapat meningkatkan resiko pendarahan apabila dikonsumsi dengan obat yang juga meningkatkan risiko perdarahan, seperti aspirin, antikoagulan seperti warfarin atau heparin, obat antiplatelet seperti clopidogrel, dan nonsteroid antiinflamasi seperti ibuprofen atau naproxen.
Kapulaga dapat mengganggu pemrosesan obat dalam sitokrom P450 yang merupakan enzim di liver. Akibatnya, jumlah obat dalam darah dapat meningkat dalam jangka pendek (menyebabkan efek peningkatan atau reaksi merugikan yang berpotensi serius), dan/atau penurunan dalam darah dalam jangka panjang. Contoh obat-obatan yang mungkin akan terpengaruh oleh kapulaga antara lain: carbamazepine, siklosporin, irinotecan, midazolam, nifedipine, pil KB, simvastatin, teofilin, antidepresan trisiklik, warfarin, atau obat-obatan HIV seperti nonnucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI) atau protease inhibitor (PI).
Kapulaga berpotensi memiliki efek antispasmodik, sehingga pasien yang memakai obat antispasmodik atau agen muscarinic harus menggunakan dengan hati-hati. Meski belum ada penelitian lebih lanjut, kapulaga berpotensi dapat berinteraksi dengan indometasin.7

Penggunaan pada ibu hamil
Kapulaga tidak dianjurkan bagi wanita hamil karena kurangnya bukti ilmiah yang yang mendukung. Penggunaan dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang diperbolehkan dalam makanan harus dihindari.7

Penggunaan pada Ibu menyusui
Kapulaga tidak dianjurkan bagi wanita menyusui karena kurangnya bukti ilmiah yang yang mendukung. Penggunaan dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang diperbolehkan dalam makanan harus dihindari.7

Penggunaan pada Anak-anak
Belum ada bukti mengenai dosis yang aman atau efektif dari penggunaan kapulaga untuk anak-anak, sehingga penggunaan kapulaga tidak dianjurkan.7

Efek Samping
Laporan tentang efek samping penggunaan kapulaga masih sangat terbatas. Biji kapulaga dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi dan dapat memicu kolik batu empedu (sakit spasmodik), sehingga penggunaannya tidak direkomendasikan untuk swamedikasi pada pasien dengan batu empedu. Meski belum ada penelitian lebih lanjut, kapulaga berpotensi dapat meningkatkan risiko perdarahan. Perhatian dianjurkan pada pasien yang memakai obat yang juga meningkatkan risiko perdarahan.7

Pemakaian
Secara tradisional, dosis biji kapulaga sebesar 1,5 gr per hari digunakan untuk mengobati saluran pencernaan dengan cara: 1 sendok teh biji yang masih segar  dihaluskan, kemudian diseduh dalam 1 cangkir air yang telah direbus selama 10-15 menit.7 Cara pengobatan untuk penyakit yang lain adalah sebagai berikut:

  • Napas/mulut bau

Ramuan : Buah kapulaga 10 butir, daun Pegagan 1 genggam, air  secukupnya.
Cara pembuatan : Dipipis.
Cara pemakaian : Diminum 1 kali sehari pada pagi hari sebanyak 1/4 cangkir.
Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3 kali seminggu. Usahakan buang air besar secara teratur dan gosok gigi sehabis makan.

  • Perut kembung dan mulas

Ramuan: Buah kapulaga (sangrai dan tumbuk kasar) 7 butir, biji jati belanda (disangrai dan tumbuk kasar)10 butir, air mendidih 100 ml.
Cara pembuatan: Diseduh.
Cara pemakaian : Diminum seperti minum teh sebanyak 100 ml sehari.

  • Radang tenggorokan

Ramuan: Buah kapulaga (tumbuk kasar) 10 butir, rimpang kunyit (tumbuk kasar) 6 gr, air mendidih 100 ml.
Cara pembuatan: Diseduh.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari pada pagi dan sore, setiap kali minum sebanyak 100 ml.
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari.5

Budidaya
Perbanyakan kapulaga dapat dilakukan menggunakan biji dan rimpang.

Pustaka

  1. 2013. NCBI Taxonomy Homepage : Amomum cardamomum http://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browser/wwwtax.cgi (Diakses pada 30 September 2013 pkl. 23.26 WIB).
  2. 2013. The International Plant Name Index : Amomum cardamomum http://www.ipni.org/ (Diakses pada 30 September 2013 pkl. 23.27 WIB).
  3. Syamsuhidayat SS, Hutapea JR. Inventaris tanaman obat Indonesia Jilid I. Jakarta: Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2000.
  4. 2013. Sistem Informasi Tanaman Obat Fak. Farmasi Univ. Airlangga: Amomum cardamomum. http://ff.unair.ac.id/sito/index.php?search=Ammomum+cardamomum&p=1&mode=search&more=true&id=254 (Diakses pada 30 September 2013 pkl. 00.13 WIB).
  5. Anonim, 2013. kapulaga. http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=296 (diakses pada 6 Agustus 2013 pukul 15.09 WIB).
  6. International Collation of Traditional and Folk Medicine. Northest Asia. 2012. p 172
  7. Anonim, 2013.Amomum cardamomum. http://www.healthline.com/natstandardcontent/cardamom (Diakses pada 6 Agustus 2013 pukul 18.30 WIB).
  8. American herbal products association botanical safety handbook, Second Edition, 2012. p. 328.
  9. Brigitte M. 2009. The desktop guide to herbal medicine: The ultimate multidisciplinary reference to the amazing realm of healing plants, in a quick-study, one-stop guide: Easyread Super Large 18pt Edition. ReadHowYouWant.com. http://www.herbalfire.com/images/elettaria_cardamomum.jpg (Diakses pada 20 Februari 2013 pkl.12.29 WIB).
  10. Anonim, 2014. The International Plant Name Index: Amomum compactum Sol. ex Maton http://www.plantlist.org/ (Diakses pada 8 Mei 2014 pkl. 10.49 WIB).
  11. A.Parthasarathy, B.Chempakam, T.John Zachariah.2008. Chemistry of Spices.pp 41-58. CABI, India.