Katuk – Sauropus androgynus Merr.

 

Picture1

Deskripsi         : Perdu, tinggi 2 ½ – 5 m, batang berkayu, berbentuk bulat, dan berwarna hijau (muda), menjadi coklat kehijauan (tua). Daun majemuk, berbentuk bulat telur, dan berwarna hijau.  Bunga majemuk berbentuk payung, muncul di ketiak daun. Buah buni, berbentuk bulat, beruang 3, dan berwarna hijau keputih-putihan, biji bulat, tiap buah terdapat 3 biji, dengan tekstur biji  keras dan berwarna putih. Akar akar tunggang dan berwarna putih kotor.

Daun : Obat bisul/borok, memperlancar ASI

Kegunaan  :

Akar dapat meringankan gangguan kemih, mengobati demam dan penyakit jantung dan pembuluh darah. Daun digunakan untuk meningkatkan produksi ASI. Pemakaian luar sebagai obat bisul/borok

Pemakaian       :Untuk obat bisul/borok, segenggam daun katuk dicuci, lumatkan, lalu tempelkan pada bagian yang sakit. Untuk memperbanyak ASI, segenggam daun katuk yang sudah dijemur, 5 iris temu lawak, 5 iris kunyit direbus dengan 2 liter air sampai mendidih; masukkan 2 mata asam jawa, aduk rata, saring, campur dengan 1 sendok madu, minum 2 kali sehari.

Perhatian :

  • Telah dilaporkan bahwa konsumsi berlebihan ekstrak daun katuk dapat menimbulkan efek RACUN. Daun katuk mengandung cukup banyak alkaloid papaverin (580 mg / 100 gram daun segar). Konsumsi berlebihan dari daun menyebabkan pusing, mengantuk dan sembelit. Papaverin di pada tanaman katuk yang masih mentah dapat mempengaruhi vasodilatasi dan menyebabkan gangguan pernapasan bronkiolitis obliterand progresif.
  • Orang tua dengan penyakit saluran napas obstruktif kronis atau perokok kronis dengan sistem pernapasan terganggu harus menghindari sayuran ini baik mentah maupun yang telah dimasak untuk menghindari kejadian bronchiolitis obliterans.