Lengkuas – Alpinia galanga (L.) Willd.

Lengkuas - tanaman obat taman husada

Habitus Lengkuas

Klasifikasi

Kerajaan         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Bangsa            : Zingiberales
Suku                : Zingiberaceae
Marga              : Alpinia
Jenis                : Alpinia galanga (L.) Willd.
Sinonim           : Alpinia alba (Retz.) Roscoe, Alpinia bifida Warb., Alpinia carnea Griff., Alpinia pyramidata Blume, Alpinia rheedei Wight, Alpinia viridiflora Griff., Amomum galanga (L.) Lour., Amomum medium Lour., Galanga major Garsault, Galanga officinalis Salisb., Hellenia alba (Retz.) Willd., Heritiera alba Retz., Languas galanga (L.) Stuntz, Languas pyramidata (Blume) Merr., Languas vulgare J.Koenig, Maranta galanga L., Zingiber galanga (L.) Stokes, Zingiber medium Stokes, Zingiber sylvestre Gaertn.
(Sumber : NCBI Taxonomy Homepage 1, IPNI 2, www.plantlist.org 9)

Nama Umum/Dagang
Lengkuas.

Nama Lokal dan Internasional 3

  • Indonesia : lengkuas,
  • Sumatera : lengkueneh (Gayo), kelawas (Batak Karo), halawas (Nias), lengkuweh (Minangkabau), lawas (Lampung), lengkuas (Melayu),
  • Jawa : laju (Sunda), laos (Jawa, Madura),
  • Bali : Isen,
  • Nusa Tenggara: laos (Sasak),
  • Sulawesi : ringkuwas (Minahasa),
  • Internasional : greater galangal.

Distribusi
Lengkuas berasal dari Asia Tenggara, India, Bangladesh hingga Cina dan kini telah tersebar luas di daerah tropis.  

Habitat
Lengkuas dapat tumbuh  mulai  dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian tempat 1.200 m di atas permukaan laut.4

Deskripsi
Lengkuas merupakan herba tahunan. Akar berupa akar serabut, berwarna cokelat. Batang bermetamorfosis menjadi rimpang menjalar dibawah permukaan tanah, berwarna putih kemerahan, akar muncul disetiap ruas rimpang berwarna cokelat,  Batang semu muncul di permukaan tanah, tumbuh dari tunas rimpang, sebelum berbunga terdiri atas pelepah daun yang menyatu, sesudah berbunga batang semu terisi oleh tangkai bunga.

Daun tunggal, merupakan daun  lengkap, terdiri atas pelepah yang panjangnya 15-30 cm, tangkai daun pendek dan helaian daun. Bentuk lanset, tepi rata, ujung lancip, pangkal tumpul, panjang 25-50 cm, lebar 7-15 cm, pertulangan daun menyirip, permukaan beralur dan berwarna hijau.

Bunga majemuk, berbentuk tandan, terletak di ujung batang (bunga terminal). Bunga berbentuk tabung, daun kelopak berjumlah 5 warna hijau keputihan, daun mahkota berjumlah 5, berwarna putih. Benang sari berjumlah  1, putik berwarna kuning kehijauan, Buah buni, bulat, keras, masih muda berwarna hijau setelah tua berwarna merah lau menghitam.

Bagian yang Digunakan untuk Obat
Rimpang (rhizoma).

Kandungan Senyawa Kimia6
Rimpang mengandung 0.5-1.0% minyak atsiri yang terdiri atas sesquiterpen, alkohol dan sedikit eugenol. Galangol mengandung diarilheptanoid, gingerol, flavonoid termasuk quercetin dan kampferol, sterol dan steroidal glikosida (β-sitosterol diglukosil kaprat), sodium, besi, vitamin A dan C, Β-sitosterol, Galangin, Emodin, dan Quercetin.

Penggunaan untuk Pengobatan
Penggunaan yang didukung data klinik
Belum ada data yang mencukupi

Penggunaan secara tradisional
Belum didukung dengan percobaan atau data klinik. Rimpang digunakan untuk mengobati alergi, anafilaktik, antibiotik, antijamur, obat cacing, antihipertensi, antiinflamasi (bengkak), antimikroba, antioksidan, antiparasit, antiplatelet/ pembekuan darah, antispasmodik, artritis, kanker, penyakit jantung, diabetes, dispepsia, ekspektoran (obat batuk), demam, masuk angin, kelainan saluran pencernaan, hiperlipidemia, stimulan imun, insektisida, leukemia, mual, muntah, bisul, kelainan pada kulit dan gigitan ular. 5

Aspek Farmakologi
Aktivitas antimikroba
Lengkuas terbukti secara in vitro menghambat pertumbuhan mikroba Candida albicans, Colletotrichum musae, Fusarium oxysporum, Staphylococcus aureus, Escherichia coli,  Klebsiella pneumonia dan lain-lain. 8

Aktivitas Antiradang
Ekstrak air maupun ekstrak metanol dari rimpang lengkuas terbukti memiliki aktivitas antiradang pada percobaan menggunakan hewan coba tikus.8

Aktivitas antidiabetes
Penelitian mengenai efek rimpang lengkuas sebagai antidiabetes pada hewan coba kelinci menunjukkan bahwa ekstrak air dan ekstrak metanol rimpang lengkuas terbukti dapat menurunkan kadar gula dalam darah secara signifikan.

Aktivitas antioksidan
Ekstrak etanol rimpang lengkuas pada percobaan laboratorium menggunakan DPPH terbukti mempunyai aktivitas sebagai anti-oksidan dibandingkan ekstrak air dan minyak atsiri.

 Toksisitas
Belum ada data yang mencukupi

Kontra Indikasi
Belum ada data yang mencukupi

Peringatan
Dilarang mengkonsumsi lengkuas dalam jangka waktu panjang apabila memiliki masalah pada saluran pencernaan (lambung atau usus).6

Perhatian
Perhatian perlu dilakukan pada penderita diabetes, pasien yang menggunakan pengobatan penurun kadar gula darah, pasien dengan ketidakseimbangan elektrolit,  pasien dengan tekanan darah rendah atau pasien yang memiliki alergi terhadap rimpang tumbuhan dari suku jahe-jahean (Zingiberaceae).5

Umum
Interaksi
Obat 5

  • Lengkuas dapat meningkatkan asam lambung dan dapat menurunkan daya kerja antasida, termasuk H-2 bloker. Lengkuas juga dapat berinteraksi dengan proton pump inhibitor (PPIs), sehingga memerlukan perhatian khusus.
  • Pada pasien dengan penggunaan obat yang merubah tekanan darah dapat memberikan efek aditif.
  • Pada penggunaan bersama obat diuretik dapat menghasilkan efek aditif.
  • Pada pemakaian bersama obat oral anti diabetes (OAD) atau insulin perlu diperhatikan karena lengkuas dapat menurunkan kadar gula darah.

Penggunaan pada Ibu Hamil
Lengkuas tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita yang sedang hamil, karena sedikitnya penelitian/bukti ilmiah yang tersedia.5

Penggunaan pada Ibu Menyusui
Lengkuas tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita yang sedang menyusui, karena sedikitnya penelitian/bukti ilmiah yang tersedia.5

Penggunaan pada Anak-anak
Belum ada bukti ilmiah yang merekomendasikan pemberian lengkuas pada anak-anak (berumur kurang dari 18 tahun).5

Efek Samping
Lengkuas dapat menurunkan kadar gula darah atau memberikan rasa tidak enak pada saluran pencernaan.5

Pemakaian
Dosis penggunaan lengkuas adalah 2-4 gr rimpang per hari, 30 menit sebelum makan. Rendam 0,5-1 gr rimpang dalam 150 ml air panas selama 10 menit kemudian disaring. Untuk efek diuretik, 0,8 gr dalam 100 ml air diminum selama 7 hari.5

Budidaya
Lengkuas akan tumbuh dengan baik jika ditanam pada kondisi sebagai berikut: ketinggian tempat 1-1.200 m dpl., curah hujan 2.500-4.000 mm/pertahun, bulan basah (di atas 100 mm/bulan) selama 7-9 bulan, bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) selama 3-5 bulan, suhu 250– 290 C, kelembaban udara sedang, intensitas penyinaran tinggi, tanah latosol merah cokelat, andosol atau aluvial, tekstur lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah atau lateristik, drainase baik, kedalaman air tanah 50-100 cm dari permukaan tanah, kedalaman perakaran 10-30 cm dari permukaan tanah dan tingkat kesuburan sedang sampai tinggi.

Pustaka

  1. Anonim, 2013. NCBI Taxonomy Homepage : Alpinia galanga http://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browser/wwwtax.cgi (Diakses pada 2 Oktober 2013 pkl. 22.12 WIB).
  2. Anonim, 2013. The International Plant Name Index : Alpinia galanga http://ipni.org/ipni/simplePlantNameSearch.do?find_wholeName=alpinia+galanga&output_format=normal&query_type=by_query&back_page=query_ipni.html (Diakses pada 2 Oktober 2013 pkl. 22.15 WIB).
  3. Syamsuhidayat SS, Hutapea JR. Inventaris tanaman obat Indonesia Jilid I. Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2000.
  4. Anonim, 2013. Sentra Informasi IPTEK. Tanaman Obat Indonesia : Lengkuas http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=17 (Diakses pada 2 Oktober 2013 pkl. 22.16 WIB).
  5. 2011. Alpinia (Alpinia galanga). Natural Foods Market (online) (http://www.clarksnutrition.com/ns/DisplayMonograph.asp?storeID=2691b1fe187d41acb869a85ca5957a0a&DocID=bottomline-alpinia, diakses : 31 juli 2013).
  6. 2013. Galanga Tincture (Tinctura Alpinia galanga). Tropilab Inc (online) (http://www.tropilab.com/galangatincture.html, diakses : 31 juli 2013).
  7. http://lh3.ggpht.com/-BEquNI5idzY/R3Vpb_z6j-I/AAAAAAAAAeY/IuLY00jJjZ0/Alpinia%2520galanga%2520GALANGAL.JPG (Diakses pada 7 Oktober 2013 pkl. 01.33 WIB).
  8. Verma RK., Mishra G, Singh P, Jha KK, Khosa RL. Alpinia galangal-an important medicinal plant: a review. Der Pharmacia Sinica. 2011; 2(1): 142-154.
  9. Anonim, 2014. The International Plant Name Index : Alpinia galanga (L.) Willd. http://www.plantlist.org/. Diakses pada 8 Mei 2014 pkl. 10.32 WIB).