Dosen FST Universitas Airlangga Gelar Pelatihan Budidaya Anggrek Berbasis Kultur Biji bagi Kelompok Tani Anggrek Sanderiana dan Cattleya dalam Mendukung Konservasi Anggrek Eksotis (Paphiopedilum sp.) di Kota Batu

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman anggrek terbesar di dunia. Tingginya permintaan pasar terhadap anggrek, khususnya jenis-jenis eksotis, membuka peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat. Namun, kebutuhan bibit anggrek eksotis masih banyak dipenuhi melalui pengambilan tanaman dari habitat alaminya sehingga berpotensi mengancam kelestarian spesies, termasuk Paphiopedilum sp. yang telah tercantum dalam Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian spesies, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama budidaya anggrek.

Menanggapi permasalahan tersebut, tim dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Budidaya Anggrek Berbasis Kultur Biji bagi Kelompok Tani Anggrek Sanderiana dan Cattleya dalam Mendukung Konservasi Anggrek Eksotis (Paphiopedilum sp.) di Kota Batu.” yang telah dilaksanakan pada bulan November 2025 di “DD Orchid Nursery” di Kota Batu.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Anggrek Sanderiana dan Kelompok Tani Anggrek Cattleya di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknik kultur biji sebagai metode perbanyakan anggrek yang mendukung konservasi, sekaligus memperkuat kapasitas usaha melalui penguatan manajemen modern dan strategi pemasaran digital. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Taman Husada Graha Famili sebagai sponsor dan mitra pendukung yang memiliki komitmen dalam mendukung konservasi tanaman berpotensi obat serta pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi dilanjutkan praktik, pendampingan, serta evaluasi hasil pelatihan. Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Dwi Kusuma Wahyuni, S.Si., M.Si., Ph.D., dengan anggota Prof. Dr. Edy Setiti Wida Utami, Dra., M.S.  ; Prof. Hery Purnobasuki, Ph.D.; Dr. Junairiah, S.Si., M.Kes.; Dr. Hamidah, M.Kes.; Dra. Thin Soedarti, CESA; dan Drs. Trisnadi Widyaleksono C.P., M.Si. Selain ada tim dosen, pelaksanaan ini juga dibantu oleh mahasiswa.serta didukung oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga yang turut mendampingi peserta selama pelaksanaan kegiatan.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Edy Setiti Wida Utami, Dra., M.S. mengenai konservasi anggrek dan teknik kultur biji Paphiopedilum sp. Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan pada pentingnya teknik kultur biji sebagai salah satu metode perbanyakan yang mampu menghasilkan bibit dalam jumlah besar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pengambilan tanaman dari habitat alami. Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik secara langsung di Laboratorium Kultur Jaringan, mulai dari proses sterilisasi bahan tanam, penanaman biji pada media kultur, hingga pemeliharaan kultur dengan pendampingan tim dosen dan mahasiswa.

Penyampaian Materi 1 oleh Prof. Dr. Edy Setiti Wida Utami, Dra., M.S.

Selanjutnya, Rumayya, Ph.D. menyampaikan materi mengenai penguatan mindset ekonomi, cara kerja modern, dan strategi pemasaran digital bagi pelaku usaha anggrek. Pada sesi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun budaya kerja yang produktif melalui konsep Kaizen, penerapan standar mutu dalam proses produksi, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana memperluas promosi dan meningkatkan daya saing produk anggrek. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar, meningkatkan nilai tambah usaha, serta membangun usaha anggrek yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Penyampaian Materi 2 oleh Rumayya, Ph.D.

Ketua tim pengabdian, Dr. Dwi Kusuma Wahyuni, S.Si., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan bekal yang komprehensif kepada kelompok tani, baik dari aspek teknis budidaya maupun pengembangan usaha.

“Konservasi tidak hanya berarti melestarikan spesies anggrek di habitatnya, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk membudidayakannya secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui pelatihan teknik kultur biji, kami berharap kelompok tani mampu menghasilkan bibit anggrek berkualitas tanpa bergantung pada pengambilan dari alam. Selain itu, penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperluas peluang pasar bagi kelompok tani,” ujar Dr. Dwi Kusuma Wahyuni.

Keberhasilan program juga tercermin dari hasil evaluasi peserta. Pada materi kultur biji anggrek, nilai rata-rata peserta meningkat dari 94,84 pada pretest menjadi 97,31 pada posttest. Sementara itu, pada materi penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital, nilai rata-rata meningkat dari 96,61 menjadi 98,85. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman peserta sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menerapkan teknik budidaya anggrek dan strategi pengembangan usaha secara mandiri.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan terkait teknik sterilisasi, keberhasilan perkecambahan biji, hingga strategi membangun usaha anggrek yang mampu bersaing di era digital. Suasana pelatihan yang interaktif memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan para narasumber serta mempraktikkan setiap tahapan kultur biji dengan pendampingan intensif dari tim pengabdian.

Melalui kegiatan ini, Universitas Airlangga berharap terjalin kolaborasi yang berkelanjutan dengan Kelompok Tani Anggrek Sanderiana dan Cattleya serta berbagai mitra, termasuk Taman Husada Graha Famili, dalam mendukung konservasi anggrek Indonesia. Sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok tani melalui penerapan teknik kultur biji, penguatan kapasitas manajemen usaha, dan pemanfaatan teknologi digital. 

Praktik Langsung Kultur Biji Anggrek di Laboratorium

Buah anggrek, di dalamnya terdapat biji yang akan dikultur

Biji Anggrek yang siap dikultur dalam Media Kultur yang sudah disipakan di dalam botol

Sesi Foto Bersama

Anggrek Paphiopedilum

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *