Akasia – Acacia sp.

      No Comments on Akasia – Acacia sp.

Klasifikasi

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Fabales
Suku : Fabaceae

Nama Indonesia
Indonesia : akasia

Persebaran
Pohon yang dijuluki pohon duri ini tersebar di hutan tropis Australia bagian timur, Papua Nugini, Kepulauan Maluku, serta berbagai wilayah lain di Indonesia. Akasia juga berhasil diperkenalkan ke Sabah, Malaysia pada tahun 1960 dan negara lain, seperti Bangladesh, Cina, Thailand, India, Filipina, Srilanka dan India.

Deskripsi
Tumbuhan ini memiliki batang bebas cabang lurus yang panjangnya mencapai lebih dari setengah total tinggi pohon. Pohon akasia muda memiliki kulit batang mulus dan berwarna kehijauan. Setelah memasuki umur 2-3 tahun, akan muncul celah-celah pada kulit pohon. Pada pohon yang telah tua, kulit batang akan bertekstur kasar, keras, bercelah dekat pangkal dan warnanya berubah menjadi cokelat atau cokelat tua. Bentuk daun pada anakan akasia yang baru berkecambah adalah daun majemuk yang terdiri dari banyak anak daun. Namun setelah beberapa minggu, daun majemuk tidak akan terbentuk dan tangkai daun serta sumbu utama setiap daun majemuk akan tumbuh melebar dan berubah menjadi phyllode. Bunga akasia tersusun dari banyak bunga kecil berwarna putih atau krem seperti paku. Ketika mekar, bentuk bunga mirip sikat botol. Biji akasia berwarna hitam mengkilap dengan bentuk bervariasi, seperti longitudinal, elips, oval, hingga lonjong. Biji akasia melekat pada polong dengan tangkai yang berwarna oranye kemerahan.

Kegunaan
Akasia biasa digunakan untuk tanaman hias, parfum. Selain itu, air rebusan daun akasia dapat menurunkan kadar gula darah dan mengatasi gangguan ejakulasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *